August 16, 2016
mati
Tentang seorang awan
Matahari masih meneruskan aturannya
Memberi cahaya membelah subuh yang gelita
Menyaksikan manusia memulai rutinnya
Memberikan hari baru untuk ditempa
Dan Awan pula masih menemani langit biru
Pada saat dia disimbah cahaya
Di situ dia memberi cinta
Kepada sang manusia yang melihat dengan penuh leka
Kepada sang pujangga yang asyik melihat bentangan yang jauh di atas sana
Memberi khabar kepada sang beburung
Bahawa ini hari baru yang indah ronanya
Dan saat itu semuanya tersedia
Tersusun untuk sang yang berada atas dunia
Memulakan masa yang diberikan padanya
Dan kemudian ada aku yang berjalan
Dan kamu yang di persimpangan
Entah apa halanya kita
Aku sendiri belum pasti
Entah apa sudahnya kita
Aku juga belum tahu
Entah apa susunannya
Hanya Dia yang Maha Tahu
Dan saat itu
Cerita nya kepada Dia
Tentang persimpangan yang mana tujunya juga belum tahu
Dan sandaran aku pada Dia
Agar yang di situ
Dikuatkan hati ditetapkan jiwa dimudahkan jalan
Moga kekal dalam cinta
Sehingga akhir nanti janji Tuhan yang pasti
May 27, 2016
Safe
With every second that was given,cherish it
With every minute count,fill it with moments
With every hour,remember that
He will always be there
Through your sorrows
Through your joy and happiness
Through every inch of your life
And i hope you are safe and sound
Wherever you are and whatever you are doing right now
Be brave and stay safe
Na bogosipposoyo
May 17, 2016
Bilau
Rajuk manusia pada perihal manusia
Sedih manusia pada hati manusia
Faham manusia pada sifat manusia
Lalu harus apa lagi
Bila semua yang kau tahu
Tentang manusia dan alamnya
Bila apa yang kau mengerti
Cumanya sebahagian dari kesabaran
Yang Tuhan ilhamkan pada engkau
Senyumlah
Tiada yang mustahil dalam pandangan Ilahi
Mungkin jauh dihujung sana
Nampak ada yang lebih indah
Daripada jauh dihujung sini
Mungkin nampak tenang di ruang langit
Tapi belum tahu gelora awan bermain dengan angin
Jika payah susah jerit perih mendatang jiwa
Hantarkan hatimu itu pada Si Pencipta Hati
Dia Maha Tahu apa racau hatimu
Dia Maha Cinta dalam solusinya nanti
Dan aku sentiasa disini
Menanti dengan penuh erti
Sandarkan pada aku
Keluh hatimu yang satu itu
Biar tenang jiwamu bertemu Tuhanmu
Agar nanti sama sama kita cari
Jalan ke syurga yang abadi
May 10, 2016
Everyday
We might not see eye to eye
And there are times when we'll have differences
We cant be around too long before we fight
But it's okay
Cuz i love you anyway
There are times
When You you don't know
How your going make it through
I know I've been there too
You can always rest ashore
Dont be ashamed to share with me
From the heart
And let love be the solution
Let us forgive
Put the past out of the way
No time to wait
The time has come to give love everyday
There are times those times
when you need to be heard
and there are days some days
when the pain is beyond words
You hold it in
You run
You hide
Cling on to pride when deep down you wanna cry
There are times
bad times
When a secret needs revealing
and there are those
Those who know exactly what you're feeling
Come on home
Theres always room
Someone to share everthing that your going through
April 29, 2016
Tabah
Saat langit bertukar warnanya
Tika matahari semakin malap sinarnya
Sang bulan kembali membawa cahaya
Burung kembali ke sarangnya
Manusia selalu punya impian
Harapan susunan hidupnya
Biar indah seperti sang pelangi tujuh warna
Biar harum seperti bunga yang mekar
Saat kembara dimulakan
Sepenuh jiwa diserahkan
Agar baik baik sahaja diperjalanan
Aku tinggalkan engkau dengan Tuhan
Dan aku tahu Tuhan takkan pernah menghampakan
April 26, 2016
Mula
January 28, 2015
'Assuming the Best about Allah' | IslamToday - English
Ibn al-Qayyim says:
There can be no doubt that assuming the best about Allah only comes as a result of righteous conduct. It is the righteous person who assumes the best about his Lord, since he knows that Allah will reward him for his good deeds and will never break His promise.The Prophet (peace be upon him) related to us that Allah says: "I am as My servant thinks of Me. I am with him when he remembers Me. If he mentions Me within himself, I mention him within Myself. If he mentions Me in an assembly, I mention him in a better assembly. If he comes near to Me a handspan, I come near to him the distance of a cubit. If he comes near to Me the distance of a cubit, I come near to him the distance of two outspread arms. If he comes to Me walking, I come to him running." [Sahîh al-Bukhârî(6856) and Sahîh Muslim (4832)]
On the other hand, the sinner who persists in wrongdoing, injustice, and disobedience is prevented by his evil deeds from assuming the best about his Lord. We can see a similar situation in how people relate to each other. A runaway slave, for instance, is not going to assume the best of his master. Good assumptions never go hand in hand with the disturbed state of disobedience. A sinner is estranged from his Lord to the extent of his sinfulness. The person who has the best outlook on his Lord is invariably the one who is the most obedient to his Lord.
Al-Hasan al-Basrî said: "The believer assumes the best about his Lord so he does the best deeds. The sinner assumes the worst about his Lord, so he does evil deeds."
Think about these words. The first thing Allah calls us towards is to have a positive outlook about Him under all circumstances, since He will be as His servant thinks of Him. Allah will relate to the person the way the person expects Him to. When the servant assumes the best about his Lord and pins his hopes on his Lord's providence, his Lord will not disappoint him. Allah will never let his good deeds go unrewarded. When the servant beseeches Allah, he believes that his prayer will be answered. When he sincerely repents for a sin, he trusts that Allah will forgive him. When he performs a virtuous deed, he assumes that Allah will accept it form him and reward him for it. All of this is part of assuming the best about Allah.
This is why the Prophet (peace be upon him) said: "When you beseech Allah in supplication, be convinced that He will answer you." [Sunan al-Tirmidhî (3401)]
Assuming the best about Allah is one aspect of our belief in Allah, since it is based upon our belief in His mercy, His power, His generosity, and His might. It is also a fundamental aspect of our reliance upon Allah, which is essential to or monotheistic belief.
Allah rebukes a group of people who thought ill of Him. Allah shows their bad expectations about Him to be one of the clearest signs of their hypocrisy. He says about the hypocrites who abandoned the Prophet (peace be upon him) and his Companions during the Battle of Uhud: "Another party was stirred to anxiety by their own feelings, moved by wrong suspicions of Allah – suspicions due to ignorance." [Sûrah Al `Imrân: 154]
Elsewhere, Allah says about the hypocrites: "…the hypocritical men and the hypocritical women, and the idolatrous men and the idolatrous women, who think an evil thought concerning Allah." [Sûrah al-Fath: 6]
Our assuming the best about Allah really means pinning our hopes end expectations on Allah. We know that Allah can be severe in punishment as well as most merciful, but we must hope for His mercy and be confident that if we sincerely repent for our sins and strive to do good, we will attain Allah's mercy. We must never despair. We must never see our sins to be too great for Allah's forgiveness. That despair itself is a great sin.
Allah says, conveying to us the words of his prophet Jacob (peace be upon him): “Never despair of Allah’s mercy. No one despairs of Allah’s mercy except the unbelieving people.” [Sûrah Yûsuf: 87]
Taken from 'Assuming the Best about Allah' | IslamToday - English
December 14, 2014
Tentang Sesuatu
Kata orang,mata selalu menipu
Dinampakkan yang tenang tenang
Dibayang yang indah indah
Mata hati pada jatuhnya cinta
kadang,apa yang zahir pada mata
Bukan nampak dalam jiwa.
terkadang hati juga tak mengerti apa yang bermain dalam fikiran
terkadang dia yang kita sangka cantik dimata bukan indah dihati
lumrah hidup
terkadang juga dia yang kita sayang
bukan kesayangan kita
pergantungan kita pada dia
Bukti ujian cinta
dan jika doamu itu dimakbulkan
fikirlah bahawa apa yang kita sayang
bukan apa yang kita punya
mungkin DIA ada yang lebih baik
jadi melangkahlah dengan kuat dan bergeraklah dari situ
buka mata hati seluasnya
masih ada manusia dibumi yang menunggu mu saat kau jatuh dari langit
aku masih tetap disini,berpijak dibumi yang keras menyambut mu yang jatuh
wahai awan,jika kau dengarkan ini
sampaikan lah pada DIA yang MAHA Cinta
katakan padaNya aku mencari redhaNya
jika DIA izinkan ku menyambut dia
maka kuatkanlah aku dan dia
jika dengan dia menambah cinta rindu dan sayang pada DIA
maka mudahkanlah
tapi jika itu bukan izinMU maka susahkanlah
wahai laut,saksikanlah bahawa aku mencari cinta untuk dia kerana DIA
wahai angin,sampailah ucapan ini pada DIA
wahai DIA yang Maha Cipta,redhakanlah aku atas bumi yang dipijak ini.
Sleepless night
Another sleepless night
Another fear of mind
Whether it is good or bad
Whether it is right or wrong
Let the night calms you to sleep
Let the sun tomorrow shine and put a smile to your face
It is easier to fake a smile than to explain to the world
What a chaos world beneath that smile
For a love that once certain
Became uncertain
For the joy
Became sorrow to one's soul
Love defines gravity
It connects from one to other without visible bond
That sleepless night
My night
December 13, 2014
Pelangi
Orang kata,cinta itu indah
Penuh warna penuh corak penuh cahaya
Orang kata,cinta itu damai
Membuat tangis jadi tawa
Gundah jadi tenang
Lara jadi bahagia
Orang kata,cinta itu kuat
Bisa buat hati yang jauh jadi satu
Yang tak nampak di mata tapi selalu dalam jiwa
Tapi ada yang lupa
Cinta itu
Buat manusia gundah gulana
Risau apa yang tak nampak
Fikir pada mana yang tak rasa
Aku mengharapkan cinta
Seperti pelangi di hujung hujan yang basah
Tapi aku lupa
Dalam hujan ada petir dan guruh yang mengegar bumi
Yang buat jiwa kecil ketakutan
Jiwa kecil aku
Aku bimbang
Aku tak pasti
Aku yang celaru
Cinta untuk aku bagaimana
Kerana aku belum lagi mampu mengenal cinta
Sehingga lah kamu hadir dihujung pelangi itu
Ajarkan aku cinta
Ajarkan aku rindu
Ajarkan aku sabar
Ajarkan aku berserah
Bila nanti tiba masa pelangi yang kau bawa itu
Harus pergi
Ajarkan aku nanti
Bagaimana untuk mencintai mu
Kerana kamu pelangi yang aku tunggu dihujung hujan yang basah itu
Jika cinta yang aku mahu dari kamu
Membuatkan aku harus berlari ke hujung pelangi yang aku sendiri tak tahu di mana hujungnya
Akan aku cuba
Biarpun aku sendiri yang terkorban kerananya
Kerana itu jauh lebih mudah
Daripada aku harus menghadapi kehilangan kamu
Kamu yang aku tunggu
December 01, 2014
Lost
Orang kata
Susah jadi perempuan,
Banyak sangat perasaan
Payah jadi lelaki,
kadang kadang tak mengerti
Jadi.
Mungkin bila kau jadi manusia
Pasti kau memahami perasaan itu
Perlu untuk kau ketahui dan mengerti
Perlu untuk kau hadapi
Bukan hanya dengan hati
Tapi dengan akal yang segaris dengan Ilahi
June 01, 2012
The Road Taken
Jalan hidup takkan pernah lurus, pasti ada salah.. Lewati segalanya.. Tapi Tuhan..tak pernah berhenti.. Membuka jendela maaf untuk kita.. ~Jalan Masih Panjang-Edcoustic~
manusia,penuh dengan khilaf. tiada yang sempurna kerana sempurna itu hanya milik DIA. tapi ketidaksempurnaan itu bukan sebab untuk terus-terusan berbuat salah.
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud : “Seorang mukmin itu tidak akan disengat kala pada lubang yang sama sebanyak dua kali.”mungkin salah itu terbuat kerana jahilnya dia. maka,bantu lah. itu yang selayaknya. bukan menghukum,bukan juga mentafsir.dia perlukan kebenaran.
semua orang buat silap.sedangkan nabi yang maksum itu pun bangun malam memohon ampun dari DIA,inikan pula kita yang masih terumbang ambing mencari dalam dunia yang sudah kehabisan usia.
Kata Hilal,
Semua orang punya kesalahan masing-masing. Ada dosanya masing-masing. Bezanya hanyalah pada level berbuat dosa.Ada orang mungkin berbuat dosa kerana kejahilannya. Ada orang berbuat dosa dalam keadaan sudah mengetahui dan menyedarinya.
Contoh yang mudah, level seorang ulama’ yang berzina dengan seorang rakyat jalanan yang berzina, sudah pastinya tidak sama, bukan?
Seorang ulama’ dalam keadaan dia sudah mengetahui hukum hakam, mengetahui halal dan haram, sudah tentulah sesuatu yang berat jika dia terlibat dalam dosa-dosa besar yang dia sendiri sudah mengetahuinya.
Seorang rakyat jalanan, yang barangkali Allah pun tidak pernah dikenalinya, maka dosa zina yang dilakukannya itu walaupun berat, tetapi sebenarnya tidak sama berat dengan dosa zina yang dilakukan oleh ulama’ yang lebih mengetahui daripada dirinya tadi.
Maka, tidak padanlah kalau kita menghukum semua orang dengan amal yang kita nampak secara zahir itu saja. Kita tidak pernah tahu keadaan hatinya bagaimana.
Barangkali, dia inginkan kepada kebenaran. Cuma tidak ada yang menunjuk dan membimbingnya menyebabkan dia jauh daripada kebenaran dan terjatuh dalam dosa.
Makanya,muhasabahlah diri. Hidup ini perlu dirancang. walaupun Allah punya rencanaNya sendiri,kita sebagai hamba perlu juga merancang. perlu berusaha untuk ikhtiar hidup agar nanti tawakal pada DIA tak terasa berat. Bersama manusia, ada masa. Masa ini tidak akan dapat dikembalikan. Kurang mujahadah dalam muhasabah dan asyik mengulangi kesilapannya yang sama, maka dia telah kehilangan masa-masanya yang berharga.
Allah SWT berfirman : “Demi masa, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.” (Surah Al-Asr, ayat 1-2)
Inilah kerugian yang nyata. “Katakanlah : Sesunggguhnya orang yang rugi itu adalah mereka yang merugikan diri mereka dan keluarga mereka di akhirat.” (Surah Az-Zumar, ayat 15)
Bukankah dunia ini ladang akhirat? Di sini kita menanam, di sana kita menuai? Maka rugi di sini, maka di akhirat sana juga menanti hasilan kerugiannya. Bagaimana? Hendak mewujudkan dua mata ini dalam kehidupan? Atau memilih untuk tidak melakukan apa-apa peningkatan?
May 31, 2012
aku dan korea
aku senang walaupun dalam susah.sebab susah itu mengajar erti hidup.susah memang susah.tanpa abah dimata. tanpa ummi disisi. tapi itu menguatkan aku. menjadikan aku aku sekarang.terima kasih atas hadiah ujian ini ya Allah.
Life doesn't get easier, you just get stronger
betul apa orang kata.kalau nak menjadi yang luar biasa, harus keluar dari kelompok yang biasa. sebab yang luar dari biasa akan menghasilkan yang luar biasa. kalau Allah bagi,aku seperti mahu abah dan ummi dan una dan auni dan nisa juga kesini. Islam itu asing disini tapi firasat aku mengatakan sebaliknya. semoga hidayah Allah menjadi milik mereka.
saat ini,menghitung hari untuk pulang. sebak,sebab rasanya belum cukup waktuku disini.
aku pasti merindui suasana ini. suasana asing yang menenangkan.
till then,doakan saya kuat.
kuat seperti pepohon mengharungi empat musim.
May 30, 2012
Hamnah Binti Jahsh - "a woman with unintentional devotion"
"Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membezakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikanNya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim" (Aali Imran, 2:140)
"Iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka ucapkan; inna liLlahi wa-inna ilayhi raji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (al-Baqarah, 2:126-127)
May 02, 2012
silap orang,salah sendiri
dalam penulisan Mustafa Masyhur dalam buku Fiqh Da'wah juga mengatakan dalam satu bab iaitu ;
'perbaikilah dirimu dan serulah orang lain'.
Pertama, Mustafa Masyhur menulis,dengan perkataan “dan”.bukan dengan perkataan “kemudian”.maksudnya,sebagai hamba,kita bukanlah seorang yg sempurna atau sangat baik untuk mengajak atau menyeru orang lain.Tetapi,kita mesti berusaha untuk memperbaiki diri kita sendiri sebaik mungkin.
tanggungjawab kita adalah menyeru orang lain dan dalam masa yang sama memperbaiki diri kita sendiri.Hal ini harus sehala perjalanannya dan bukan untuk kita menyeru orang lain tanpa memperbaiki diri sendiri.
mengapa kesalahan orang lain itu begitu senang dicari?. sedangkan pada hakikatnya, kesalahan sendiri itu mungkin lebih banyak. teguran itu penting. tapi bukankah Allah pernah berkata,
“wahai orang-orang yang beriman ! mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?Sangatlah dibenci Allah,jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan!!”As-Saff:2-3
jadi mengapa begitu senang menegur tapi teguran itu tidak dicerminkan kembali kepada kita? adalah mencari salah itu bertujuan untuk belajar dari salah atau hanya kesukaan melihat orang lain terasa kecil kerana mendapat teguran?
jadinya,sebelum mencari salah orang lain,bicara dahulu salah sendiri. kalau hendak menegur sekalipun,biarlah berhikmah. kalau dah niat menegur cuma untuk memalukan dan bukan untuk membetulkan ,hentikan lah budaya buruk itu. benar,manusia itu saling perlu tegur menegur. tapi perlu dengan caranya. bukan semua manusia sama. raikan kepelbagaian dan hargai perbezaan.
Till then...........
April 30, 2012
30:21
"And among his signs is this: He created for you spouses from yourselves that you might find rest in them, and He ordained between you love and mercy." (30:21)

